
Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan PIONIR Gadjah Mada 2026 yang akan berlangsung pada Agustus mendatang, Subdirektorat Pengembangan Karakter Universitas Gadjah Mada terus melakukan berbagai upaya penguatan kapasitas bagi seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Setelah sebelumnya mengadakan berbagai pelatihan bagi panitia mahasiswa, kali ini peningkatan kapasitas juga diberikan kepada unsur dosen melalui program Training of Fasilitator.
Program tersebut diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Auditorium Fakultas Farmasi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh calon fasilitator, koordinator gugus, serta task force dari unsur dosen yang nantinya akan mendampingi mahasiswa baru selama rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026. Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh pembekalan mengenai materi-materi utama yang akan disampaikan kepada Gadjah Mada Muda .
Turut hadir Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada yang mengawali acara dengan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan penuh pada penyelenggaraan acara. Melalui Training of Fasilitator, pembekalan dan pematerian yang didapat mencakup Nilai-Nilai Ke-UGM-an yang disampaikan oleh Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A. Kemudian Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual yang disampaikan oleh Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D selaku Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, serta materi mengenai Soft Skills PIONIR Gadjah Mada yang disampaikan oleh Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D. dan Erfan Ariyaputra, S.Psi.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan PIONIR Gadjah Mada 2026, Training of Fasilitator diharapkan dapat memperkuat kapasitas dosen dalam menyampaikan materi dan membersamai mahasiswa baru. Melalui sinergi seluruh unsur penyelenggara, PIONIR Gadjah Mada diharapkan mampu menghadirkan pengalaman orientasi yang tidak hanya memperkenalkan kehidupan akademik dan kemahasiswaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Universitas Gadjah Mada sebagai bekal bagi Gadjah Mada Muda dalam menempuh perjalanan akademiknya.
