
Sebagai bagian dari rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026, sebanyak 100 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada terlibat dalam aksi penanaman pohon di lingkungan Sekolah Vokasi UGM pada 11 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menanam 36 bibit pohon yang terdiri atas Tanjung (Mimusops elengi), Pule (Alstonia scholaris), dan Asem Jawa (Tamarindus indica). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan langsung mahasiswa baru dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan semangat Green Campus UGM sejak awal perjalanan mereka sebagai Gadjah Mada Muda.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon dilakukan sebagai bagian dari upaya dalam memperkuat ruang hijau sekaligus menghadirkan lingkungan kampus yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, tetapi juga mencerminkan perhatian UGM terhadap aspek kesehatan, keamanan, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial. “Aksi ini sebagai bentuk nyata dalam komitmen untuk mewujudkan kampus sehat, aman, ramah lingkungan, berbudaya, dan bertanggung jawab sosial,” ujarnya. Keterlibatan mahasiswa baru dalam aksi tersebut turut menjadi langkah awal untuk mengenalkan budaya keberlanjutan yang dikembangkan di lingkungan UGM. Menurut beliau, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian PIONIR ini sekaligus dapat mempertemukan peran perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan program yang memberikan manfaat bagi lingkungan. “Kita ingin mahasiswa baru ikut memberikan program yang berdampak bagi lingkungan sosial dan masyarakat serta bagian dari penguatan Program Green Campus UGM,” tuturnya.
Koordinator Umum PIONIR Gadjah Mada 2026, Muhammad Ariq Bagaskara, menyampaikan bahwa penanaman pohon menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa baru untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, semangat Green Campus diharapkan dapat lebih dekat dengan Gadjah Mada Muda dan menjadi bagian dari nilai yang mereka terapkan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Harapannya dapat menumbuhkan semangat Green Campus yang disemarakkan oleh PIONIR Gadjah Mada 2026 untuk melakukan penanaman pohon di sekitar lingkungan kita sehingga teman-teman Gamada dapat memahami semangat UGM untuk mewujudkan Green Campus,” terang Ariq.
Tidak hanya dilakukan di lingkungan kampus, aksi penanaman pohon juga diperluas melalui penyaluran bibit ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Sebanyak 20 kelurahan menjadi bagian dari program tersebut, yakni Minomartani, Trihanggo, Sinduadi, Caturtunggal, Maguwoharjo, dan Condong Catur di Kabupaten Sleman serta Terban, Baciro, Bumijo, Cokrodiningratan, Gowongan, Klitren, Prawirodirjan, Warungboto, Muja Muju, Pakuncen, Wirobrajan, Karangwaru, Kricak, dan Tegalrejo di Kota Yogyakarta.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa baru UGM turut terlibat dalam proses penanaman di sejumlah wilayah sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan dan memperkuat semangat Green Campus . Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman bagi Gadjah Mada Muda untuk memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui langkah sederhana. Melalui kegiatan ini, semangat keberlanjutan tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari lingkungan kampus, tetapi juga diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
