Selebrasi Kolaborasi Meriahkan Penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026

Rangkaian Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026 resmi berakhir melalui upacara penutupan yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Universitas Gadjah Mada pada 15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian orientasi sekaligus momen bagi mahasiswa baru atau Gamada untuk merefleksikan pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh selama mengikuti PIONIR.

Upacara penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 dimeriahkan oleh Selebrasi Formasi yang diikuti oleh 11.099 mahasiswa baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan. Kegiatan yang telah menjadi tradisi dalam penutupan PIONIR ini menghadirkan 18 formasi yang ditampilkan menggunakan atribut Patracitra. Seluruh formasi disusun secara kolaboratif oleh gamada dan ditampilkan secara bergantian hingga membentuk berbagai visual serta pesan yang merepresentasikan nilai-nilai ke-UGM-an serta harapan Gadjah Mada Muda dalam mengawali perjalanan akademiknya. 

Selama pelaksanaannya, PIONIR Gadjah Mada 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan mulai dari tingkat universitas, fakultas, soft skill, hingga Action Plan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi gamada untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai ke-UGM-an, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sudjito menyampaikan bahwa Gadjah Mada Muda diharapkan dapat menjadi pribadi yang mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi yang berdampak baik di tingkat lokal maupun global. Gadjah Mada Muda diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai yang menjadi jati diri Universitas Gadjah Mada serta memberikan kontribusi berdampak luas serta berkelanjutan bagi bangsa.

Penutupan PIONIR Gadjah Mada 2026 turut dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta sekaligus alumni UGM, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K). Dalam kesempatan tersebut, beliau membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di UGM yang menurutnya turut membentuk kemandirian serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga mengajak Gadjah Mada Muda untuk mengenali potensi dan karakter masing-masing sebagai bekal dalam menjalani perjalanan di perguruan tinggi. Beragam tantangan yang nantinya dihadapi, menurut beliau, merupakan bagian dari proses untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mampu berdiri secara mandiri. “Saya dididik oleh Gadjah Mada ini untuk kemudian bisa mandiri, bisa juga menyelami keperluan masyarakat dan bisa melayani masyarakat dengan sabar,” ujarnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial yang semakin pesat, mahasiswa diingatkan untuk tetap menjadikan nilai-nilai luhur sebagai pijakan. Kemajuan teknologi, menurut beliau, perlu berjalan beriringan dengan integritas, kejujuran akademik, kepedulian sosial, dan rasa kemanusiaan. Gadjah Mada Muda pun diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan progresif, sekaligus tetap dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. “Ukirlah jati diri dengan ilmu, integritas, dan juga pengabdian. Berdirilah di atas kaki sendiri, tetapi jangan pernah lupa berjalan bersama-sama masyarakat,” tuturnya.  

Berakhirnya PIONIR Gadjah Mada 2026 menjadi awal bagi Gadjah Mada Muda untuk melanjutkan perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan pengabdian yang dibangun selama rangkaian PIONIR diharapkan terus dibawa dalam kehidupan akademik maupun kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*