Komunikasi bukan sekadar kemampuan berbicara, melainkan fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berdampak. Berangkat dari kesadaran tersebut, rangkaian Program PELITA Gadjah Mada 2026 menghadirkan workshop bertema Effective Communication. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 07.30–12.30 WIB, bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada. Workshop diikuti oleh mahasiswa yang tergabung sebagai peserta Program PELITA Gadjah Mada 2026, didampingi oleh trainer, co-trainer, serta tim Subdirektorat Pengembangan Karakter Mahasiswa.
Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar yang interaktif dan reflektif untuk mengasah kemampuan komunikasi efektif mahasiswa—sebagai salah satu kompetensi kunci dalam pengembangan karakter kepemimpinan. Melalui pendekatan partisipatif dan experiential learning, peserta diajak tidak hanya memahami konsep komunikasi, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dalam berbagai dinamika kegiatan.
Sebagai pembuka, kegiatan diawali dengan perkenalan co-trainer yang disertai dengan sesi energizer untuk membangun atmosfer pembelajaran yang kondusif dan partisipatif. Kegiatan pembuka ini dirancang sebagai bentuk ice breaking guna menciptakan suasana yang lebih mendorong keterlibatan aktif peserta sejak awal kegiatan. Selanjutnya, trainer diperkenalkan kepada seluruh peserta, disertai pemaparan singkat mengenai latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional yang relevan dengan tema workshop.
Sesi pertama diawali dengan kegiatan “Storytelling with Object”, di mana setiap peserta diminta mendeskripsikan benda acak yang diterima dengan mengaitkannya pada nilai, pengalaman hidup, maupun pembelajaran bermakna yang pernah dialami. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi yang dipandu oleh trainer untuk mengeksplorasi pengalaman peserta dalam berbicara dan mendengarkan, sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitas penyampaian pesan, baik secara verbal maupun nonverbal.
Sesi berikutnya bertajuk “Kenalkan Aku”, yang mengarahkan peserta untuk berpasangan dengan individu yang belum dikenal sebelumnya. Dalam waktu yang terbatas, peserta diminta saling mengenal secara lebih mendalam. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih kemampuan mendengar aktif, membangun empati, serta mengembangkan keterampilan membangun relasi interpersonal secara efektif.
Memasuki sesi selanjutnya, peserta mengikuti “The Connection Line Challenge”, yaitu permainan kolaboratif yang menekankan pentingnya kejelasan instruksi, koordinasi tim, serta kepemimpinan yang adaptif. Kegiatan ini kemudian ditindaklanjuti dengan refleksi bersama trainer untuk mengaitkan pengalaman praktik dengan konsep komunikasi efektif. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok mengenai strategi komunikasi efektif yang kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh peserta. Workshop ditutup dengan penulisan komitmen pribadi untuk meningkatkan kapasitas komunikasi masing-masing peserta dalam kurun waktu 30 hari ke depan.
Secara keseluruhan, workshop ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan kolaborasi, serta memperdalam pemahaman peserta mengenai urgensi komunikasi efektif dalam kepemimpinan. Melalui rangkaian aktivitas yang bersifat partisipatif dan reflektif, kegiatan ini menjadi bagian integral dari proses pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa UGM yang proaktif, empatik, dan adaptif.