Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada melalui Subdirektorat Pengembangan Karakter Mahasiswa kembali menyelenggarakan Program PELITA Gadjah Mada 2026 sebagai wadah pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Program ini dirancang untuk membentuk karakter pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing. PELITA Gadjah Mada terdiri atas dua jalur pengembangan kepemimpinan yaitu Gadjah Mada Leadership Talents (GMLT) sebagai program kepemimpinan dasar dan Gadjah Mada Future Leader (GMFL) sebagai program kepemimpinan lanjutan yang ditujukan bagi mahasiswa dengan potensi kepemimpinan yang lebih matang.
Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, diselenggarakan Talkshow Inspirasi Kepemimpinan PELITA Gadjah Mada 2026 yang mengangkat tema “Leader’s Talk: Peran Pemimpin Muda dan Kontribusi Mahasiswa untuk Kemajuan Bangsa”. Tema ini sangat relevan dengan tantangan zaman dan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Mahasiswa UGM tidak hanya dipersiapkan sebagai insan akademik yang unggul secara intelektual, tetapi juga sebagai pemimpin muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi bangsa. Di tengah dinamika sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang terus berkembang, mahasiswa dituntut untuk mampu mengambil peran nyata, tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga solutif dalam bertindak.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 262 mahasiswa peserta Program PELITA Gadjah Mada 2026. Talkshow ini bertujuan memberikan perspektif inspiratif tentang kepemimpinan muda sebagai proses memberi pengaruh dan mendorong peran aktif mahasiswa bagi kemajuan bangsamahasiswa Universitas Gadjah Mada agar siap menjadi agen perubahan di masyarakat.
Sesi talkshow diisi oleh narasumber inspiratif, Daniel Oscar Baskoro atau yang akrab disapa Mas Oscar. Pada sesi awal, Mas Oscar membagikan perjalanan dan pengalaman inovatif yang ia jalani di bidang akademik, pemerintahan, hingga pengembangan teknologi digital. Ia menekankan bahwa inovasi merupakan pembeda utama antara pemimpin dan pengikut. Menurutnya, inovasi lahir dari keberanian mengambil peran, konsistensi dalam berkarya, serta kepekaan terhadap permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.
Dalam pemaparannya, Mas Oscar mengajak mahasiswa untuk tidak terpaku pada satu jalur kesuksesan. Ia menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik semata, tetapi juga oleh usaha, karya, dan pengalaman yang dibangun sejak dini. Setiap permasalahan dipandang sebagai peluang untuk berinovasi. Hal-hal yang awalnya dianggap “tidak biasa” atau nyeleneh justru bisa menjadi bernilai ketika diwujudkan secara nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Mas Oscar juga menekankan pentingnya keberanian mencoba, gagal, dan bangkit kembali. Mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan, organisasi, dan proyek sosial sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan yang sesungguhnya. Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat melatih kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi, serta membangun jejaring yang luas baik di dalam maupun di luar kampus.
Menutup pemaparannya, Mas Oscar menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang berbicara, tetapi tentang memberi teladan melalui tindakan dan karya nyata. Inovasi menurutnya bukan sekadar wacana melainkan harus diwujudkan dalam bentuk karya yang dapat dilihat, digunakan, dan dirasakan manfaatnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta pembagian doorprize dari Mas Oscar untuk mendorong cara berpikir inovatif mahasiswa. Melalui kegiatan ini, PELITA Gadjah Mada berharap para peserta dapat terinspirasi menjadi pemimpin muda yang inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.