Relasi antarmanusia bukan sekadar interaksi sosial, melainkan landasan strategis dalam membangun kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan. Berangkat dari kesadaran tersebut, Program PELITA Gadjah Mada 2026 menghadirkan ruang pembelajaran melalui workshop bertema Human Relation & Social Skills. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 22 Februari 2026, bertempat di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, dan diikuti oleh mahasiswa peserta Program PELITA Gadjah Mada 2026 dengan pendampingan trainer dan co-trainer.
Workshop ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas interpersonal mahasiswa. Fokus utama kegiatan bukan hanya pada pemahaman konseptual mengenai relasi sosial, tetapi pada pembentukan kesadaran bahwa kepemimpinan yang efektif bertumpu pada empati, kemampuan mendengar secara aktif, serta penghargaan terhadap setiap peran dalam ekosistem sosial. Melalui pendekatan partisipatif dan experiential learning, peserta diajak memaknai pengalaman nyata sebagai sumber pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
Salah satu kekuatan utama workshop ini terletak pada integrasi antara penugasan lapangan dan proses refleksi bersama. Selama satu minggu sebelumnya, peserta melakukan wawancara dengan individu yang kerap kurang mendapat sorotan, namun memiliki kontribusi signifikan dalam kehidupan sosial, khususnya di sektor informal. Mayoritas narasumber berasal dari lingkungan kampus, seperti satuan pengamanan, mahasiswa magang, serta pengelola kantin. Interaksi tersebut membuka perspektif baru bagi peserta mengenai makna kerja, tanggung jawab, dan kontribusi sosial yang sering kali luput dari perhatian.
Hasil wawancara tidak berhenti pada dokumentasi pengalaman, melainkan diolah menjadi bahan refleksi kritis dalam workshop. Peserta diajak mengidentifikasi nilai-nilai kemanusiaan, sikap profesional, serta karakter kepemimpinan yang tercermin dari para narasumber. Dari proses ini, mahasiswa belajar bahwa kepemimpinan bukan semata tentang posisi atau otoritas, melainkan tentang kemampuan membangun relasi yang setara, menghargai kontribusi setiap individu, dan menghadirkan kebermanfaatan dalam lingkup yang lebih luas.
Diskusi dan refleksi yang berlangsung selama kegiatan mendorong peserta untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) serta kepekaan sosial. Mahasiswa dilatih untuk mengomunikasikan gagasan secara terstruktur, bekerja sama dalam tim, serta menyampaikan pandangan dengan sikap terbuka dan argumentatif. Lebih jauh, workshop ini menegaskan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan konsistensi sebagai elemen kunci dalam membangun karakter pemimpin yang matang.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Program PELITA Gadjah Mada 2026 meneguhkan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan sosial dan kedewasaan karakter. Human Relation & Social Skills menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat selalu berakar pada kemampuan memahami manusia lain—dengan empati, rasa hormat, dan kesediaan untuk terus belajar dari lingkungan sekitar.