Kepanitian PIONIR Gadjah Mada 2026, diawali dengan Gelar Lelang Jabatan Koordinator Umum

Program Pengembangan, Inisiatif, dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada merupakan program resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman akademik, sosial, dan budaya secara menyeluruh. Melalui PIONIR, UGM menghadirkan orientasi kampus yang mencerminkan nilai dan identitas universitas serta menyiapkan mahasiswa agar menjadi pelopor yang inovatif, beretika, peduli, dan siap berkontribusi bagi bangsa. Program ini juga menekankan pengembangan soft skill, karakter, dan kepedulian sosial guna membentuk mahasiswa yang cerdas, inklusif, dan bermartabat. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan struktur kepanitiaan yang kuat sebagai penggerak dan sarana koordinasi. Oleh karena itu, sebagai langkah awal pembentukan kepanitiaan PIONIR, dilaksanakan lelang jabatan Koordinator Umum.

Pelaksanaan kegiatan lelang jabatan Koordinator Umum PIONIR Gadjah Mada 2026 dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 17 hingga 18 Januari 2026. Seleksi lelang jabatan hari pertama dilaksanakan di Gedung Pusat Balairung UGM dengan kegiatan pemaparan grand design dilanjutkan sesi tanya jawab bersama panelis unsur mahasiswa, dari kepanitiaan PIONIR 2025 di antaranya Al Rafie Putra Rico Suud (Koordinator Umum), M.Thio Redho M. S. (Koordinator Acara), Pocut Buleun Aisha (Koordinator Co-Fasilitator), Aldhienta Ashra Rafela (Koordinator Humas, Publikasi, dan IT), Jocelyn Christy M. K. (Koordinator Medis), dan Dani Ardian (MWA UGM) serta Muhammad Arief Maulana (Forkom UKM UGM). Pada hari berikutnya kegiatan seleksi serupa dilakukan di hadapan panelis yang terdiri dari unsur dosen dan perwakilan Subdit Pengembangan Karakter yakni Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dan Heni Wantoro, S.E. Seleksi psikologi juga dilakukan dalam proses seleksi jabatan Koordinator Umum Pionir Gadjah Mada. Rangkaian seleksi tersebut diikuti tiga calon Koordinator Umum, yakni Rafi Haritsyah Yahya dari Fakultas Hukum, Kenzie Akmal Komara dari Fakultas Teknik, dan Muhammad Ariq Bagaskara dari Fakultas MIPA.

Calon pertama, Rafi Haritsyah Yahya mengusung tema “Komitmen Gadjah Mada, Tonggak Keberlanjutan Bangsa” yang dilandasi bagaimana pentingnya nilai-nilai ke-UGM-an yang ditanamkan saat menjadi mahasiswa baru, tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi juga menjadi komitmen yang diimplementasi secara berkelanjutan. Dalam grand design-nya, framework yang diusung yakni integritas, kesiapsiagaan, keberlanjutan, serta akuntabilitas kolektif dengan budaya kerja ‘rapi dalam sistem, hangat dalam kerja’ yang diharapkan dapat mewujudkan kinerja yang efisien dan optimal. Rafi turut memproyeksikan PIONIR nantinya dapat menjadi ruang belajar bersama, fase peneguhan nilai, siklus dalam pembentukan komitmen, meaningful reflective learning, serta menerapkan tata kelola yang strategis di lapangan, salah satunya dalam waste management. 

Calon kedua, Kenzie Akmal Komara mengangkat tema “Peran Gadjah Mada Muda, Pilar Transformasi Bangsa” yang menekankan pentingnya kesadaran peran sebagai mahasiswa yang tidak terbatas pada ranah akademik, tetapi juga mencakup andil dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan integritas akademik, keilmuan dan inovasi, kebangsaan dan kepedulian sosial, serta kolaborasi dan kepemimpinan. Dalam pemaparannya ia mengajukan inovasi, di antaranya Jurnal Refleksi Gamada untuk menumbuhkan kepekaan pada diri dan sekitar., Peta Perjalanan Gamada juga diajukan sebagai wujud reflektif dari keterlibatan mahasiswa baru di masyarakat melalui Action Plan, serta video kolaboratif bertajuk “Dari Masyarakat untuk Gamada” sebagai cara inovatif untuk mewadahi umpan balik dari masyarakat atas kegiatan Action Plan yang telah terlaksana. 

Muhammad Ariq Bagaskara menggagas tema “Aktualisasi Gadjah Mada Muda, Cipta Arah Masa Depan Bangsa” yang dilatarbelakangi dinamisnya perubahan zaman dan fase transisi Gadjah Mada Muda, bagaimana hal tersebut menjadi masalah inti orientasi diri pada mahasiswa. Dalam hal ini, PIONIR diharapkan dapat berperan menjadi proses pembentukan diri yang bermakna bagi kemajuan bangsa. Untuk mengupayakan hal tersebut, Ariq merencanakan penerapan Game Based Learning agar proses belajar dapat dirasakan melalui pengalaman yang berkesan dan mendorong partisipasi secara aktif.  Selain itu, terdapat program Jelajah Arah Gamada dengan tujuan utama mendukung pemetaan potensi sejak awal masa perkuliahan. Ia turut menekankan penerapan kerangka kerja OKR (objective key result) untuk menetapkan tujuan kedepan dan hasil yang terukur.

Setelah melalui serangkaian seleksi dan penilaian dari panelis, hasil lelang jabatan mengumumkan nama Muhammad Ariq Bagaskara terpilih menjadi Koordinator Umum PIONIR Gadjah Mada 2026. Dengan terpilihnya Ariq, tersemat harapan PIONIR Gadjah Mada 2026 dapat menjadi momentum untuk mengenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai ke-UGM-an dan kehidupan perkuliahan yang dikemas dengan kegiatan yang inspiratif, menyenangkan, serta bermanfaat. Diharapkan, program-program  yang direncanakan dapat membantu proses adaptasi hingga aktualisasi diri ditengah dinamisnya era digital saat ini.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*